Mahfudzot Kelas 3 KMI Gontor Beserta Arti dan Penjelasannya (3)


 لِمَحْمُوْدِ ساَمِى باَشاَ (المُتَوَفَّى سَنَةَ ١٣٦٦هـ) فىِ انْتِهاَزِ الْفُرْصَةِ
Syair Mahmud Sami Basya (Wafat 1366 H) Tentang Memanfaatkan Kesempatan

بَادِرِ الفُرْصَةَ وَاحْذَرْ فَوْتَهَا        #          فَبُلُوْغُ العِزِّ فِي نَيْلِ الفُرَصِ
وَاغْتَنِمْ عُمْرَكَ إِبَّانَ الصِّبَا          #          فَهُوَ إِنْ زَادَ مَعَ الشَيْبِ نَقَصْ
وَابْتَدِرْ مَسْعَاكَ وَاعْلَمْ أَنَّ مَنْ    #          بَادَرَ الصَيْدَ مَعَ الفَجْرِ قَنَصْ
إِنَّ ذَا الحَاجَةِ إِنْ لَمْ يَغْتَرِبْ       #          عَنْ حِمَاهُ مِثْلُ طَيْرٍ فيِ قَفَصٍ


Ambillah kesempatan secepatnya, jangan sampai melewatkannya. Karena kemuliaan itu dicapai dengan memanfaatkan setiap kesempatan.
Pergunakanlah waktumu sejak usia dini. Karena ketika usia beranjak senja dengan bertambahnya uban, umur pun berkurang.
Cepatlah memulai usahamu, ketahuilah bahwa semakin awal seseorang memulai berburu, semakin banyak tangkapan yang ia akan dapatkan.
Sesungguhnya orang yang punya kebutuhan, namun tidak mau beranjak dari kediamannya. Maka ia laksana burung dalam sangkar.


Syarah / Penjelasan dan Kesimpulan:
Kesempatan itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin karena seringkali ia tak datang untuk yang kedua kalinya. Sementara itu seringkali terjadi penyesalan akibat kelalaian ataupun sikap remeh seseorang saat mendapatkan kesempatan.

***

Dalam pepatah Inggris dikatakan bahwa "The early bird catches the worm" yang mengandung makna bahwa mereka yang memulai sebuah usaha sejak dini akan mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Hal ini diumpamakan seperti orang yang berburu binatang yang berangkat dari rumahnya pagi-pagi, maka semakin awal ia memulai perburuannya, makin besar pula peluang ia mendapatkan buruannya.

***

Salah satu bentuk dari kemalasan adalah berdiam diri dan tak mau bergerak. Padahal rezeki itu walaupun sudah ditentukan oleh Allah, ia tetap harus 'dijemput' walaupun dengan sedikit usaha. Ingatlah kisah Siti Maryam yang diperintahkan untuk menggoncangkan pohon kurma tatkala ia sedang berada di padang pasir dalam keadaan hamil tua. Padahal secara logika, wanita yang sedang dalam kondisi seperti itu tak akan mampu menggerakkan apalagi sampai menjatuhkan buah kurma dari pohonnya yang kokoh. Namun di sini Allah mengajarkan kepada kita bahwa walaupun Allah Maha Kuasa untuk memberlakukan 'kun fa yakun'-Nya dan langsung memberikan rezeki kepada kita, namun Allah tetap menginginkan hamba-Nya untuk berusaha, karena secara Sunnatullah hanya orang yang berusahalah yang berhak untuk mendapatkan yang ia inginkan. Ada sebuah kata bijak yang berbunyi:
تَحَرَّكْ فَإِنَّ فِي الْحَرَكَةِ بَرَكَةً
.Lakukanlah pergerakan, karena sesungguhnya dalam pergerakan itu ada berkah


(Baca juga: Mahfudzat Kelas 3 KMI : Syair Abu Atahiyah (Wafat 211 H))
(Untuk Kata Mutiara Lainnya : Kumpulan Mahfudzot Kelas 1 - 5 KMI Gontor)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Mahfudzot Kelas 3 KMI Gontor Beserta Arti dan Penjelasannya (3)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel