CPM, CPC dan CPA : Cara Menghitung Pendapatan Website dari Iklan

Mungkin anda bertanya-tanya, sumber pendapatan media online (portal berita online) itu dari mana sih? Secara singkat, kita bisa menjawab bahwa sumber pendapatan terbesar mereka adalah dari iklan. Lantas seberapa besar kah pendapatan dari iklan itu?
Jawaban bisa berbeda tergantung kepada beberapa faktor:

✅ Pihak pengelola iklan yang dipilih, (Yang paling terkenal adalah Google Adsense)
✅ Tata letak dan penempatan iklan di dalam website           
✅ Jumlah pengunjung website

Nah yang akan kita bahas kali ini adalah bagaimana cara pengelola iklan menghitung pendapatan website?

Sebenarnya, ada beberapa sistem yang biasa dipakai dalam penghitungan pendapatan dari iklan: Sebut saja CPM, CPC,dan CPA.

CPM adalah singkatan dari Cost Per Thousand (M adalah angka romawi yang berarti seribu). Terkadang disebut juga sebagai CPI ; singkatan dari Cost Per ImpressionSistem penghitungan ini didasarkan pada skala per 1000. Yang artinya jika CPM nya sebuah iklan adalah 1 USD. Maka anda akan dibayar 1 USD jika iklan tersebut telah dilihat sebanyak 1000 kali melalui website anda. Namun perlu diketahu bahwa CPM dari satu iklan ke iklan lainnya berbeda, nilainya ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pengiklan dengan pihak pengelola iklan.

CPC adalah singkatan dari Cost Per Click. Sesuai namanya, dengan sistem penghitungan ini, anda akan dibayar berdasarkan jumlah klik pada iklan yang muncul di website anda.

CPA adalah singkatan dari Cost Per Action. Artinya anda akan dibayar berdasarkan aksi” yang diambil pada iklan yang muncul di website anda. Misalkan jika website anda menampilkan iklan yang mengarah ke sebuah produk seharga 100 USD di Amazone atau eBay, anda akan mendapatkan beberapa persen (berkisar antara 1-3 %) dari total transaksi pembelian yang sukses setelah pengunjung mengklik iklan di website anda tersebut. Bayangkan jika harga bendanya adalah 1000 atau 2000 dollar, 1 persennya saja adalah 10-20 USD.

Lantas, tipe iklan manakah yang paling banyak bayarannya?

Sejauh ini menurut pengamatan kami, diantara ketiga metode tadi, yang paling besar bayarannya adalah CPA, namun juga paling sedikit terjadi sampai dibayar” karena kebanyakan pengunjung hanya sekedar “melihat” iklan saja, jarang sekali ada yang sampai mengklik dan melakukan transaksi.

Adapun CPC biasanya berkisar antara 0,01 – 3 USD per klik, ini adalah angka yang lumayan besar, dan yang paling kecil bayarannya adalah CPM yang dihitung berdasarkan impression atau sekedar “melihat” saja. Tapi jangan salah, walaupun jumlah CPM itu terbilang kecil dibandingkan CPA dan CPC, bayangkan jika pengunjung website anda sampai 10.000 orang per harinya. Sedangkan CPM dari iklan yang ditampilkan di website anda adalah 1 USD, maka pendapatan per hari anda adalah 10 USD. Lumayan kan? 😃


Ok, setelah kita mengetahui sistem penghitungan bayaran iklan tadi, kini tiba saatnya bagi kita untuk “mengintip” besarnya penghasilan dari beberapa website ternama di  tanah air. Lihat caranya di sini.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "CPM, CPC dan CPA : Cara Menghitung Pendapatan Website dari Iklan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel