Sosial Media Diblokir dan Naiknya Pendapatan Adsense, Apa Hubungannya?


Memanasnya suasana perpolitikan di Indonesia semakin memuncak setelah diumumkannya hasil pemilu oleh KPU pada 21 Mei 2019. Pendukung 02 yang tidak terima dengan keputusan tersebut pun melakukan aksi protes dengan berkumpul di depan kantor Bawaslu. Aksi yang awalnya berjalan damai tersebut tiba-tiba berubah menjadi brutal akibat ulah segerombolan orang yang menurut beberapa sumber mengatakan bahwa mereka sebenarnya adalah penyusup.

Sementara itu ditengah-tengah panasnya suasana perpolitikan di Indonesia ini, banyak sekali tersebar gambar maupun video yang 'katanya' adalah bukti kekerasan aparat terhadap massa, namun disatu sisi beberapa klarifikasi oleh kepolisian juga menyatakan bahwa narasi yang melekat pada gambar-gambar atau video-video tersebut tak menggambarkan situasi aslinya, akhirnya berbagai informasi pun simpang siur, hingga sulit unuk memilah antara informasi valid ataupun hoax.

Maka untuk menangkal tersebarnya info-info Hoax tersebut, baik berupa video-video dengan narasi tak sesuai kondisi lapangan, maupun gambar-gambar bercaption tak semestinya, Kemkominfo pun akhirnya memutuskan untuk memberlakukan pembatasan pada beberapa fitur sosial media, seperti Whatsapp, Facebook, dan Instagram terhitung sejak tanggal 22 Mei 2019.

Nah, ternyata ada satu fenomena yang saya perhatikan cukup menarik di tengah-tengah memanasnya suasana perpolitikan di tanah air ini, fenomena itu adalah meningkatnya pendapatan Adsense secara signifikan. Loh koq bisa?

Jadi begini, semula saya juga agak terheran-heran saat menemukan fenomena ini, karena penasaran saya pun mulai mengadakan riset kecil-kecilan. Berikut ini adalah beberapa kesimpulan yang saya dapatkan terkait hubungan antara diblokirnya sosial media di Indonesia dan naiknya pendapatan Adsense:

1. Menurut beberapa sumber, jumlah pengguna Whatsapp di Indonesia sekitar 200 juta orang, artinya kebanyakan rakyat Indonesia saat ini mengandalkan Whatsapp sebagai sarana komunikasi. Ini baru Whatsapp saja, belum lagi pengguna Facebook dan Instagram yang luar biasa banyaknya.
2. Salahsatu fitur yang dibatasi oleh Kemkominfo adalah fitur kirim maupun download gambar dan video pada sosial media.
3. Hal ini menyebabkan banyak orang 'mencari cara' agar bisa mengakses fitur tersebut, terutama kalangan muda yang hampir tak bisa terpisahkan dari aktifitas sharing foto dan video di sosmed.
4. Salah satu cara untuk 'mengakali' pembatasan akses Whatsapp, Facebook, dan Instagram adalah dengan memasang VPN.
5. VPN sendiri bekerja dengan cara menyembunyikan IP adress perangkat kita yang asli dan mengubah server dari Indonesia menjadi negara lain yang tidak diblokir oleh pemerintah Indonesia.
6. Dengan begitu, pada saat seseorang mengakses sebuah website menggunakan VPN, maka orang tersebut seakan-akan sedang tidak berada di Indonesia.
7. Hal ini pun mempengaruhi tampilan website dan juga pastinya iklan Adsense yang muncul di website tersebut yang biasanya menyesuaikan dengan lokasi pengunjungnya.
8. Artinya jika seseorang mengakses sebuah website melalui VPN yang terkoneksi dengan server di USA, maka besar kemungkinan iklan yang muncul juga adalah iklan-iklan dari Amerika yang berbahasa Inggris dan pastinya CPC nya lebih mahal dari iklan-iklan lokal.
9. Hal ini lah yang kemudian menjadi 'tersangka' dibalik meningkatnya pendapatan Adsense kita saat terjadinya pemblokiran sosial media di Indonesia.

Bisa dibanyangkan, jika selama ini Cost per Click (CPC) iklan-iklan lokal yang muncul di negara kita hanya berkisar antara 0,01-0,8 USD, ini adalah nominal yang sangat kecil jika dibandingkan dengan CPC iklan-iklan luar negeri yang besarnya bisa lebih 10 kali lipat.

Jadi sangat wajar apabila blog kita selama ini pendapatnya tidak seberapa, namun tiba-tiba melonjak secara drastis dengan diblokirnya sosmed, nampaknya adalah akibat hal-hal yang saya sebutkan di atas tadi. Sementara ini kesimpulan yang saya dapatkan, jika ada yang punya informasi lain, silahkan dishare di kolom komentar ya :)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sosial Media Diblokir dan Naiknya Pendapatan Adsense, Apa Hubungannya?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel